Apa itu Model PEOP? Kinerja Orang-Lingkungan-Pekerjaan

Model Person-Environment-Occupation Performance (PEOP) pertama kali dikembangkan pada tahun 1985 oleh Baum dan Christiansen pada saat model biomedis digunakan secara luas.

Model biomedis sangat berbasis klinis dan hanya berfokus pada proses fisik (seperti cedera atau penyakit) dan tidak mempertimbangkan faktor individu seseorang. Model PEOP, bagaimanapun, sangat berfokus pada klien atau pasien.

Pada intinya, ORANG mempertimbangkan bagaimana faktor lingkungan memengaruhi aktivitas atau pekerjaan klien sehari-hari. Yang lebih membedakan PEOP dari model lain adalah ia mengelompokkan faktor-faktor ini ke dalam keduanya hakiki atau ekstrinsik faktor.

ORANG menggunakan pendekatan top-down, atau holistik, dalam mengevaluasi situasi klien saat ini, yang menunjukkan pendekatan perawatan yang lebih holistik. Berbeda dengan pendekatan biomedis yang hanya berfokus pada pengobatan suatu gejala, PEOP memeriksa semua faktor internal dan eksternal yang mungkin mempengaruhi klien.

orang model tempat ot saya

Faktor Intrinsik dalam Model ORANG

Faktor intrinsik meliputi…

  • Fisiologis – tidur, kekuatan, fleksibilitas, stres, nutrisi
  • Kognitif – ingatan, penalaran, perhatian
  • Rohani – apa artinya bagi orang tersebut
  • Neurobehavioral – masukan motorik & sensorik, keseimbangan, koordinasi
  • Psikologis – kepribadian, harga diri, kesadaran diri, motivasi

Faktor Ekstrinsik dalam Model PEOP

Faktor ekstrinsik meliputi

  • Dukungan sosial – dukungan emosional dari hubungan dekat
  • Budaya & nilai – adat istiadat, kepercayaan, tradisi
  • Sistem sosial & ekonomi – kebijakan politik atau ekonomi yang mempengaruhi kesehatan atau pekerjaan
  • Lingkungan & teknologi buatan – gedung, ruang publik, peralatan
  • Lingkungan alami – iklim, medan

Model PEOP menggunakan pendekatan biopsikososial, yang memperhitungkan faktor emosional, fisik, dan sosial yang dapat mempengaruhi kinerja pekerjaan seseorang. Ini adalah inti dari terapi okupasi, di mana praktisi mempertimbangkan keseluruhan orang selama intervensi, bukan hanya area defisit mereka.

Mengintegrasikan Model PEOP ke dalam Praktek

Saat menggunakan PEOP dalam praktik terapi okupasi, terapis memeriksa dengan cermat riwayat klien dan menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka, yang menyoroti area kelemahan dan kekuatan klien.

Penting untuk melengkapi riwayat klien secara menyeluruh selama evaluasi, karena detail kecil sekalipun dapat berdampak besar pada jalannya pengobatan dan hasil.

Terapis okupasi dalam pengaturan apa pun, dari pediatri hingga orang dewasa yang lebih tua, dapat memasukkan model PEOP ke dalam praktik mereka. Untuk paling berhasil, praktisi PL ingin terus menyertakan klien mereka dalam penetapan dan perencanaan tujuan yang aktif dan kolaboratif.

Mengapa menggunakan PEOP dalam praktik:

  • Ini menawarkan pendekatan holistik
  • Ini berpusat pada klien
  • Mudah digunakan untuk terapis baru

Mengapa tidak menggunakan PEOP dalam praktiknya:

  • Saat ini hanya ada sedikit penelitian tentang validitas atau reliabilitas
  • Ini lebih berfokus pada hasil jangka panjang, bukan hasil jangka pendek

_______________

Model adalah lensa yang digunakan oleh terapis okupasi saat mengevaluasi dan merawat pasien atau klien. Model kinerja orang-lingkungan-pekerjaan (PEOP) adalah model top-down, holistik yang berfokus pada bagaimana lingkungan membentuk kinerja pekerjaan seseorang. Ini bisa menjadi model yang sangat berguna untuk menentukan perawatan apa yang akan digunakan dan cara terbaik menerapkannya untuk hasil jangka panjang terbaik bagi pasien atau klien Anda.

Kami ingin tahu: Apakah Anda menggunakan model PEOP? Apa pendapat Anda tentang model ini dibandingkan yang lain? Beri tahu kami di komentar!

Referensi

Christiansen CH, Baum CM & Bass-Haugen J (2005) Terapi okupasi: Performa, partisipasi dan kesejahteraan (Edisi ke-3) Thorofare NJ: SLACK dimasukkan

Christiansen CH, Baum CM & Bass-Haugen J (2015) Terapi okupasi: Performa, partisipasi dan kesejahteraan (Edisi ke-4) Thorofare NJ: SLACK dimasukkan

Duncan E & Hagedorn R (2011) Landasan untuk praktik dalam terapi okupasi (Edisi ke-5) Edinburgh: Elsevier Churchill Livingstone.

Belajar seumur hidup dengan OT. (2015, 23 Oktober). Model Pekerjaan: PEOP (Person-Environment- Occupation-Performance). https://lifelonglearningwithot.wordpress.com/tag/peop-model/

O’Brien, Jane Clifford & Hussey, Susan M. (2012). Pengantar Terapi Okupasi, Edisi Keempat. Elsevier Inc.

Posting ini ditulis bersama oleh Josh Albarado, OTR / L dan Sarah Stromsdorfer, OTR / L.

Post navigation